Rabu, 14 Januari 2009

Beberapa petunjuk yang seharusnya juga ditelusuri

Secara profesional, penyidik semestinya menggunakan metode bottom to up dalam menelusuri jejak pembunuh Munir. Sebab terbukti, metode up to bottom, atau menentukan target dulu baru kemudian dicari-cari bukti yang menguatkan, hanya menjadi bahan tertawaan saja kemudian hari. Dan entah berapa banyak klausul-klausul dalam undang-undang yang akhirnya dilanggar.

Tidak ada salahnya, bahkan sangat membantu penelusuran, apabila dimulai dari diri korban dulu. Dalam kasus kriminal, polisi biasanya mengumpulkan barang-barang milik korban, untuk menemukan petunjuk kepada pembunuh yang sebenarnya. Jadi fokus ke lingkungan terdekat dulu.

Maka dari itu, detektif mengatakan, bahwa beberapa items yang perlu ditelusuri dan dilacak adalah:

1. CDR Munir menjelang hari kematiannya harus dibuka dan dilacak.
Tujuannya adalah untuk mengetahui siapa saja yang telah berkomunikasi baik dengan telepon maupun SMS dengan korban, menjelang kematiannya. Dan kalau bisa, mengetahui apa isi pembicaraannya.

2. Isi laptop dan dokumen Munir harus diperiksa.
Tujuannya adalah untuk mengumpulkan petunjuk-petunjuk yang dapat menunjukkan arah kepada si pelaku pembunuhan yang sebenarnya.

3. SMS misterius harus dilacak siapa pengirimnya yang pertama dan yang menyebarkan.
Nomor ini harus diketahui nomor siapa? Apalagi dari isi SMS misterius itu jelas bahwa si pengirim ingin "menggiring" kepada orang lain, karena orang lain itu bisa jadi musuhnya. Dan yang perlu diperiksa juga adalah apakah nomor tersebut pernah ada di dalam CDR Munir?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar